MANADO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado melaksanakan pendampingan dalam kegiatan penilaian Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Paal Dua, Kecamatan Paal Dua, Senin (22/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado dalam mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Puskesmas Ranomuut berperan memberikan pendampingan teknis terkait indikator-indikator kesehatan yang menjadi dasar penilaian PHBS tingkat kelurahan.
Tim penilai yang terdiri dari TP-PKK Kota Manado dan Dinas Kesehatan Kota Manado melakukan peninjauan langsung ke sejumlah rumah warga untuk melihat sejauh mana penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian difokuskan pada 10 indikator PHBS tatanan rumah tangga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Beberapa indikator yang menjadi perhatian dalam penilaian tersebut antara lain persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, penimbangan balita secara rutin, penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur setiap hari, aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.

Kelurahan Paal Dua menjadi salah satu wilayah yang aktif mengikuti lomba PHBS sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Partisipasi aktif warga serta dukungan dari pemerintah setempat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penerapan program tersebut.
Kepala Puskesmas Ranomuut mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan bertujuan memastikan seluruh proses penilaian berlangsung sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

“Kami hadir mendampingi agar penilaian berjalan objektif dan sesuai dengan fakta di lapangan. PHBS merupakan salah satu kunci utama dalam pencegahan berbagai penyakit. Jika perilaku hidup bersih dan sehat sudah menjadi kebiasaan di tingkat rumah tangga, maka kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan juga akan meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan PHBS tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sehat dan produktif.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Manado memberikan apresiasi atas semangat dan partisipasi masyarakat Kelurahan Paal Dua dalam mengikuti lomba PHBS. Ia menilai keterlibatan kader PKK dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan keluarga.
“Ibu-ibu PKK siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Rumah sehat akan melahirkan keluarga sehat, dan pada akhirnya mendukung terwujudnya Manado yang sehat dan hebat,” katanya.

Melalui kegiatan penilaian PHBS ini, Pemerintah Kota Manado berharap semakin banyak kelurahan yang terdorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan diyakini mampu memberikan dampak besar dalam menekan angka penyakit menular serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program PHBS sendiri merupakan salah satu strategi promotif dan preventif di bidang kesehatan yang terus didorong pemerintah sebagai langkah membangun kesadaran masyarakat untuk hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TP-PKK, dan masyarakat, diharapkan budaya hidup bersih dan sehat dapat semakin mengakar di seluruh wilayah Kota Manado. ADVETROIAL
Comments are closed.