Take a fresh look at your lifestyle.

Ngurus Tambang di PT HWR, Oknum Dosen Manado Diduga Catut Nama Kapolda Sulut

0

METROKAWANUA — Dugaan mencatut nama pimpinan institusi kepolisian di Sulut untuk keuntungan pribadi makin marak terjadi.

Terbaru, pria inisial ME yang adalah oknum dosen di salah satu Universitas ternama di Kota Manado, diduga juga berbuat hal serupa.

Bermodalkan kedekatan dan ikatan saudara pimpinan Polda Sulut, dia bersama dua rekannya diduga bawa nama Kapolda saat mengurus tambang di PT. Hakian Wellem Rumansi (HWR), Ratatotok, Kabupaten Mitra.

Hal tersebut diungkapkan Liaison Officer (LO) PT. HWR Steven Landy Kembuan kepada wartawan, Minggu, 2 Maret 2025.

Menurut Kembuan, kejadian tersebut berawal pada Senin tanggal 24 Februari 2025 Pukul 12.29 WITA, bertempat di Lokasi pintu masuk PT HWR Ratatotok Kecamayan Ratatotok Kabupaten Mitra.

Saat itu datanglah pria VR alias Vernal dan AW alias Andi yang mengaku Anggota Polda Sulut subdit Tipidter dalam rangka pengecekan Limba Pabrik PT HWR.

Kemudian kedua pria tersebut bertemu dengan Rony Sinadia yang adalah Humas PT. HWR bertempat di ruang Meeting.

“Alasan kedua pria tersebut yakni untuk mengecek pembuangan limba pabrik, kemudian dijelaskan Kepala Lab Pabrik PT. HWR Bapak Nur mengenai mekanisme pengolahan limba pabrik,” kata Kembuan.

Lanjutnya, pada akhir Februari 2025 pihak perushaan kembali membuat janji bertemu di MM Juice Kawasan Megamas Manado.

Hadir saat pertemuan itu Manajer PT. HWR Bapak Gerry, Kepala Teknik Tambang, dan Pria VR alias Vernal kemudian disusul oknum dosen ME.

“ME sebutkan bahwa kedatangan FR alias Vernal dan AW alias Andi merupakan perintah dirinya, bahkan untuk membawa nama institusi Polda sudah sepengetahuan Kapolda Sulut dan Wadansat Brimob, dengan tujuan untuk bertanya terkait limbah,” kata dia.

Namun setelah dikonfirmasi ke Kapolda, ternyata tidak ada perintah tersebut, apalagi terkait masuk untuk mencati tahu soal limbah di PT HWR.

“Jadi intinya kami heren oknum dosen Fisip kenapa harus ikut campur terkait tambang. Apalagi PT HWR itu bukan tambang ilegal melainkan beroperasi secara legal. Kami minta rektor juga ambil langkah tegas terhadap oknum dosen tersebut, apalagi sudah mencatut nama kapolda sulut,” tutup dia. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.